Pemulihan Pertanian dengan Alokasi Pupuk dan Program Solusi Cepat di Tengah Dampak El Nino

- Penulis

Rabu, 13 Maret 2024 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani menyemai pupuk di sawah (istimewa)

Petani menyemai pupuk di sawah (istimewa)

RENTAK.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah memastikan bahwa penambahan pupuk subsidi telah disetujui oleh semua pihak, termasuk DPR dan Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, jumlah pupuk subsidi adalah 4,7 juta dan telah meningkat menjadi 9,55 juta. Meski demikian, petani masih harus bersabar, karena Surat Keputusan belum dikeluarkan.

“Ini kabar baik untuk petani karena dalam rapat dan konferensi tingkat nasional, jumlah subsidi pupuk dinaikkan dari 4,7 juta menjadi 9,55 juta. Sudah ada persetujuan dari Presiden dan Menteri Keuangan. Kita hanya perlu menunggu penerbitan Surat Keputusan,” kata Mentan Amran usai rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Jakarta, Rabu, (13/3/2024).

Mentan juga memastikan bahwa pemerintah telah menyetujui anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar 5,8 triliun untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem El Nino melalui program solusi cepat seperti pompanisasi dan perbenihan.

“ABT 5,8 triliun juga sudah disetujui dan diharapkan dapat segera direalisasikan karena ini untuk mengantisipasi dampak El Nino yang memiliki tekanan luar biasa dan menyebabkan menurunnya luas tanah kita lebih dari 26%. Maka dari itu, kita akan melakukan pompanisasi di sungai-sungai besar seperti Bengawan Solo untuk meningkatkan indeks pertanaman dari satu menjadi dua bahkan tiga,” jelasnya.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta, Kementerian Keuangan untuk mengembalikan alokasi pupuk subsidi menjadi 9,55 juta ton. Walau begitu, penyaluran pupuk perlu diawasi dengan ketat untuk mencegah terjadinya tindakan pidana atau penyelewengan lainnya.

“Komisi IV menyetujui dan meminta Kementerian Keuangan melalui Kementan untuk mengembalikan alokasi pupuk subsidi menjadi 9,55 juta ton dengan peningkatan pengawasan dalam penyaluran dan pendistribusiannya agar tidak terjadi penyelewengan,” kata Ketua Komisi IV DPR RI.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Sulaiman Hamzah, mengapresiasi Kementerian Pertanian atas solusi cepat mereka dalam mengantisipasi cuaca ekstrem El Nino dengan membuat program pompanisasi. Dalam pandangannya, pompanisasi adalah solusi terbaik dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi saat ini.

“Banyak lahan sawah yang gagal panen dan kita membutuhkan air untuk bercocok tanam, maka pompanisasi menjadi solusi terbaik dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi saat ini,” katanya.***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru