BPS Sebut Ekspor Pertanian Naik 61,91 Persen Disaat Sektor Lainnya Mengalami Penurunan

- Penulis

Jumat, 15 Maret 2024 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani sedang panen di sawah. (ist)

Petani sedang panen di sawah. (ist)

RENTAK.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan ekspor sektor pertanian sebesar 16,91 persen pada Februari 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Salah satu faktor penunjang adalah subsektor perkebunan, terutama minyak kelapa sawit dan turunannya, menurut Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti.

“Secara tahunan, semua sektor mengalami penurunan kecuali sektor pertanian yang meningkat sebesar 16,91 persen,” ungkap Amalia dalam sebuah berita resmi statistik pada Jumat, (15/3/2024).

Amalia juga mencatat bahwa sektor pertanian berkontribusi sebesar $0.39 miliar dari total ekspor non-migas senilai $18.09 miliar, menempati peringkat kedua setelah sektor pertambangan dan industri pengolahan.

“Nilai ekspor non-migas menurut sektor mengalami peningkatan secara bulanan, kecuali pada sektor industri pengolahan yang turun sebesar 9,22 persen,” jelasnya.

Menurut Amalia, penurunan terdalam terjadi pada sektor industri pengolahan yang turun sebesar 11,49 persen bersamaan dengan penurunan pada sektor lainnya, terutama karena turunnya ekspor logam baja bukan besi, barang perhiasan, barang berharga, serta alumunium.

“Nilai ekspor tersebut hanya memberikan porsi 30,22 persen dari total ekspor non-migas Indonesia pada Februari 2024,” tambah Amalia.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa kenaikan ekspor sejalan dengan program pertanian Kementan, yaitu memperkuat produksi dalam negeri, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor, terutama pada komoditas strategis perkebunan, horti, padi dan jagung, serta komoditas peternakan dan turunannya.

“Seperti yang disampaikan oleh Menteri, kami fokus pada program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas, program nilai tambah dan daya saing industri, program pendidikan dan pelatihan vokasi serta meningkatan penerimaan devisa negara dari ekspor komoditas pertanian. Yang pasti, semua peningkatan komoditas dalam negeri harus terus kita dorong agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan ekspor,” jelas Kuntoro Boga Andri.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru