Jaga Kelestarian Seni Budaya Bangsa, Ganjar Sampaikan Pentingnya Pertahanan Kebudayaan di Masyarakat

- Penulis

Selasa, 23 Januari 2024 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranowo duduk bareng dengan budayawan

Ganjar Pranowo duduk bareng dengan budayawan

RENTAK.ID, KENDAL – Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, kembali menyampaikan pentingnya pertahanan kebudayaan untuk menjaga kelesatian budaya Indonesia dari budaya asing.

Hal itu disampaikan Ganjar saat berkunjung ke Pesantren dan Rumah Kebudayaan Wongsorogo di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal pada Selasa (23/1/2024).

Ganjar mengatakan, pesantren sekaligus rumah budaya yang dipimpin budayawan Gus Paox Iben Mudhaffar itu memiliki semangat menyebarkan ilmu keagamaan yang berjalan beriringan dengan masyarakat dan kebudayaan.

“Nyantrinya tidak hanya ngaji Al-Quran, tafsir, kitab tapi juga belajar kebudayaan, kesenian. Jadi istilahnya jiwa raganya belajar di sini, maka ini model pondok pesantren yang lengkap dengan tradisi ke-Indonesiaan yang ada,” ujar Ganjar di lokasi.

Ndalem Wongsorogo dibangun oleh Yayasan Dar Al Mudhaffar yang diresmikan pada 1 Oktober 2023 lalu. Di sana, tidak hanya menyediakan fasilitas pesantren untuk santri saja, tetapi juga kegiatan seni budaya seperti gamelang, wayang, batik, barongan hingga lukis.

Menurut Ganjar, yang dilakukan Gus Paox lewat pesantren dan rumah budaya Wongsorogo adalah upaya konkret untuk melakukan pertahanan budaya Indonesia.

Oleh sebab itu, Ganjar mendorong lebih banyak tempat serupa di seluruh daerah se-Indonesia agar pertahanan budaya semakin kuat. Ganjar juga menyebutkan siap memfasilitasi jika terpilih menjadi Presiden RI 2024-2029. Baik lewat program dan kebijakan maupun regulasi baru nantinya jika diperlukan.

“Rasa-rasanya ini yang kemarin banyak budayawan, seniman tanyakan ke saya kenapa kita tidak bicara pertahanan budaya, strategi kebudayaan yang hari ini banyak dipertanyakan seniman dan budayawan,” kata Ganjar.

“Secara penegakkan hukum mesti dilakukan dan kita mesti serius. Karena kalau ruang ini dijaga, dikembangkan, termasuk regulasi kita atur dan kita tegakkan rasanya industri ini akan berkembang luar biasa,” sambung Ganjar.

Ganjar menambahkan pihaknya siap melibatkan seluruh budayawan, seniman dan tokoh-tokoh lainnya untuk melaksanakan teori pembangunan ‘no one left behind’ atau tidak ada satupun yang tertinggal.

“Inilah model-model bottom up yang mesti didorong. Teori perencanaan pembangunannya itu namanya jangan ada yang ditinggalkan atau no one left behind,” tegas Ganjar.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru