Dukun Magang Tayang 18 Juni 2026, Sinopsis Horor Komedi tentang Mahasiswa dan Dunia Perdukunan

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Film Dukun Magang (foto. istimewa)

Film Dukun Magang (foto. istimewa)

RENTAK.ID – Film horor komedi terbaru berjudul Dukun Magang siap meramaikan layar lebar Indonesia mulai 18 Juni 2026. Disutradarai Chiska Doppert, film ini menghadirkan perpaduan unik antara horor, komedi, dan drama persahabatan dengan latar budaya lokal yang masih lekat dengan tradisi mistis.

Diproduksi Dens Vision Multimedia bersama Wahana Pictures, Dukun Magang mengajak penonton mengikuti perjalanan seorang mahasiswa yang awalnya sangat skeptis terhadap dunia gaib. Namun, demi menyelesaikan skripsinya, ia justru harus terjun langsung ke lingkungan yang sarat dengan praktik perdukunan dan berbagai kejadian di luar nalar.

Cerita berfokus pada Raka Mahardika (Jefan Nathanio), mahasiswa tingkat akhir yang dikenal rasional dan tidak pernah percaya pada cerita mistis. Masalah mulai muncul ketika proposal skripsinya berkali-kali ditolak dosen pembimbingnya, Pak Arief. Terdesak oleh waktu dan ancaman gagal lulus tepat waktu, Raka akhirnya memilih meneliti praktik perdukunan di Desa Kalimati, sebuah desa terpencil yang masih memegang kuat tradisi supranatural.

Dalam perjalanannya, Raka tidak sendiri. Ia ditemani Boiman (Fajar Nugra), sahabat setia yang penakut namun selalu siap membantu, serta Sekar (Hana Saraswati), teman kampus yang berasal dari Desa Kalimati. Kehadiran Sekar menjadi penghubung antara pola pikir modern yang dibawa Raka dengan tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat desa.

Apa yang awalnya hanya dianggap sebagai penelitian akademis perlahan berubah menjadi pengalaman yang menguji keyakinannya. Raka mulai menemukan ritual-ritual misterius, rumah-rumah tua yang menyimpan rahasia kelam, hingga warga desa yang enggan membicarakan masa lalu Kalimati.

Di tengah pencarian tersebut, ia bertemu dengan Mbah Djambrong (Adi Sudirja), seorang dukun legendaris yang dikenal eksentrik sekaligus bijaksana. Sosok ini menjadi salah satu tokoh penting yang selama ini menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia gaib di desa tersebut.

Ketegangan semakin memuncak ketika Raka tanpa sengaja membangkitkan amarah Kuntilanak Hitam, entitas gaib yang telah lama dikurung di Kalimati. Sejak saat itu, teror demi teror mulai menghantui dirinya dan teman-temannya. Berbagai kejadian mengerikan yang sulit dijelaskan membuat Raka perlahan mempertanyakan logika yang selama ini menjadi pegangan hidupnya.

Tak hanya menawarkan cerita yang menegangkan, proses produksi film ini juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemain. Jefan Nathanio mengungkapkan bahwa syuting di lokasi luar kota dengan cuaca yang sering berubah menjadi salah satu hambatan terbesar selama proses pengambilan gambar. Meski demikian, ia mengaku menikmati pengalaman bekerja bersama seluruh pemain dan kru.

Sementara itu, Hana Saraswati menilai karakter Sekar memiliki peran penting karena menjadi jembatan antara modernitas dan tradisi. Menurutnya, dunia mistis dalam film ini tidak hanya ditampilkan sebagai sumber ketakutan, tetapi juga sebagai bagian dari budaya yang masih dihormati masyarakat.

Fajar Nugra yang memerankan Boiman menambahkan bahwa unsur komedi dalam film telah dirancang dengan matang sejak tahap penulisan naskah. Hal tersebut membuat para pemain lebih leluasa mengembangkan karakter tanpa mengurangi nuansa horor yang menjadi kekuatan utama cerita.

Selain dibintangi Jefan Nathanio, Hana Saraswati, dan Fajar Nugra, film ini juga menghadirkan sederet nama populer seperti Adi Sudirja, Yan Patroman, Wira Nagara, Mang Osa, Salsabila Zahra, Dodit Mulyanto, dan Mo Sidik.

Skenario Dukun Magang ditulis oleh Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho. Adapun posisi produser dipegang oleh Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin.

Melalui balutan komedi segar dan horor yang mencekam, Dukun Magang tak sekadar menyuguhkan hiburan penuh tawa dan ketegangan. Film ini juga mengangkat kisah tentang persahabatan, keberanian menghadapi hal yang tak dikenal, serta benturan antara logika modern dan tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Penulis : dafri jh

Editor : ameri

Berita Terkait

POK AME AME Siap Tebar Teror di Bioskop, Zikri Daulay hingga Mongol Stres Ikut Bermain
Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV
Briana Buka Jakarta Rocktober 2026, Bawakan Single “Cinta Baru”
Rocknroll Theatre Jadi Magnet Jakarta Rocktober 2026, Puluhan Musisi dan DJ Ramaikan Panggung
Halle Berry Dihantui Makhluk Misterius di Never Let Go, Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV
MUI Soroti Konser Andrea Bocelli, Imigrasi Masih Tunggu Polri
Sarwendah Ajukan 102 Bukti untuk Pertahankan Hak Asuh Anak
Syahrini Comeback! Setelah 7 Tahun, Siap Gelar Konser Tunggal di Jakarta

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:19 WIB

POK AME AME Siap Tebar Teror di Bioskop, Zikri Daulay hingga Mongol Stres Ikut Bermain

Minggu, 1 November 2026 - 14:31 WIB

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Briana Buka Jakarta Rocktober 2026, Bawakan Single “Cinta Baru”

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Rocknroll Theatre Jadi Magnet Jakarta Rocktober 2026, Puluhan Musisi dan DJ Ramaikan Panggung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Halle Berry Dihantui Makhluk Misterius di Never Let Go, Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV

Berita Terbaru