JAKARTA – Dunia perfilman Indonesia kembali mendapat warna baru. Perfiki Kreasindo memperkenalkan “Merah Putih One For All,” film animasi anak yang mengklaim diri sebagai film animasi RI pertama bertema kebangsaan.
Disutradarai oleh Endiarto dan Bintang Takari—yang juga berperan sebagai animator—film ini mengangkat kisah persatuan dengan sentuhan petualangan yang penuh semangat nasionalisme.
Tagline-nya cukup menggetarkan hati: “Kami kecil… tapi cinta kami untuk merah putih… tak pernah kecil karena menemukan kekuatan.”
Cerita bermula di sebuah desa yang tengah bersiap merayakan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025. Delapan anak dari latar belakang berbeda—Jawa, Betawi, Makassar, Papua, Medan, Manado, Tionghoa, dan Jawa Tengah—terpilih sebagai Tim Merah Putih. Misi mereka jelas: menjaga dan memastikan bendera pusaka berkibar di hari kemerdekaan.
Namun perjalanan mereka tak mudah. Tim ini harus menyeberangi sungai deras, menembus hutan lebat, menghadapi badai, dan melawan segala rintangan.
Persatuan dan keberanian menjadi kunci. Bagi mereka, mempertahankan Merah Putih adalah tugas yang tak bisa ditawar.
“Sepeser pun enggak ada dana dari Pemerintah,” ungkap produser Sonny Pujisasono, SH, yang juga menjabat sebagai Ketum Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI).
Pernyataan itu diamini produser eksekutif Toto Soegriwo.
Meski mengusung pesan mulia, beberapa detail teknis menuai tanda tanya. Misalnya, suara burung kakak tua yang justru diisi suara monyet, atau keberadaan gudang senjata di tengah desa. Elemen-elemen ini terasa janggal dan berpotensi memicu kritik penonton.
Agar tak tersandung komentar negatif—apalagi jika dibandingkan dengan film animasi “Jumbo” yang sukses menggaet lebih dari 10 juta penonton—visualisasi yang terburu-buru dan kurang realistis sebaiknya diperbaiki.
Publik film Indonesia kini semakin pintar dan kritis. Keindahan cerita perlu diimbangi dengan kualitas grafis dan logika visual yang solid. Jika dieksekusi dengan cermat, “Merah Putih One For All” bukan hanya akan menghibur, tapi juga menanamkan nilai kebangsaan pada generasi muda.
Penulis : amanda az
Editor : gardo













