Beasiswa Adalah Investasi Negara, Penerimanya Wajib Beri Kontribusi Nyata

- Penulis

Senin, 16 Juni 2025 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen Diktisaintek Prof. Stella Christie, Ph.D.  (lazir-rentak.id)

Wamen Diktisaintek Prof. Stella Christie, Ph.D. (lazir-rentak.id)

JAKARTA – Wakil Menteri Kemendikbudristek Bidang Riset dan Teknologi, Prof. Stella Christie, Ph.D., menegaskan bahwa program beasiswa yang diberikan pemerintah bukanlah hadiah semata, melainkan bentuk investasi negara yang membawa tanggung jawab besar bagi para penerimanya.

“Menjadi yang terpilih artinya kita harus memberikan semaksimal mungkin agar yang kita pilih ini menjadi sesuatu yang sungguh akan ada hasilnya. Oleh karena itu, pembekalan ini dibuat,” ujar  Wamen Diktisaintek Prof. Stella usai Pembekalan Penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) angkatan 4 dan Beasiswa Garuda tahun 2025 di Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2 Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, Senin (16/6/2025).

Menurutnya, beasiswa yang diterima oleh para mahasiswa berprestasi ini berasal dari uang negara yang dikumpulkan melalui pajak rakyat. “Ini adalah hutang yang suatu saat harus dibayar dan akan ditagih. Ini adalah sumbangsih dari seluruh rakyat Indonesia. Uang yang kita berikan kepada kalian adalah uang negara, uang rakyat,” tegasnya.

Prof. Stella juga mengingatkan bahwa para penerima beasiswa diharapkan untuk tidak larut dalam zona nyaman. Mereka harus aktif mencari peluang, baik di dalam negeri maupun luar negeri, agar dapat berkembang secara maksimal. “Kami ingin mereka menjadi duta dari investasi negara ini, dan membangun negeri dengan potensi terbaik yang mereka miliki,” tuturnya.

Terkait kewajiban untuk kembali dan bekerja di Indonesia, Prof. Stella menegaskan bahwa pemerintah tidak mengikat secara waktu, melainkan mengikat secara komitmen. “Perjanjian itu tidak mengikat secara waktu karena untuk mendapatkan sumbangsih terbaik dari anak-anak kita, bukan berarti mereka harus pulang dalam jangka tertentu. Kalau mereka pulang tapi belum berkembang atau belum dapat pekerjaan yang terbaik, itu akan sia-sia,” jelasnya.

Untuk memastikan kontribusi tetap berjalan, Kemendikbudristek akan mewajibkan para penerima beasiswa untuk memberikan kontribusi tahunan selama masa studi. Kontribusi itu bisa berupa membimbing adik kelas yang belum menerima beasiswa, atau memberikan kuliah mengenai ilmu yang mereka peroleh di luar negeri.

“Setiap tahun kita akan tuntut kontribusi mereka. Dan saat mereka lulus, kita juga akan tuntut apa yang bisa mereka lakukan untuk negeri ini. Kalau mereka butuh melanjutkan studi lebih dahulu untuk menjadi yang terbaik, itu kita dukung. Tapi kita ingin komitmen mereka tetap kuat. Karena, seperti yang saya sampaikan, ini adalah hutang kepada Indonesia,” tegasnya.

Prof. Stella menutup dengan penekanan bahwa peluang dan dukungan dari negara harus dibalas dengan kontribusi nyata.

“Kita tuntut komitmen sebaik-baiknya, tapi kita juga berikan ruang agar mereka tumbuh menjadi yang terbaik sebelum bersumbangsih kembali ke tanah air,” tegasnya.

Penulis : amana az

Editor : reni diana

Berita Terkait

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026

Berita Terbaru