Kemenhub Alokasikan Rp 17,7 Triliun untuk Transportasi Publik 2025, Subsidi Tetap Jadi Prioritas

- Penulis

Jumat, 14 Februari 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat di antara dua bus (dok. r.id)

Masyarakat di antara dua bus (dok. r.id)

JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2025) mengatakan, Anggaran 2025 akan kami fokuskan untuk memastikan layanan transportasi publik tetap optimal, termasuk mempertahankan subsidi dan program Public Service Obligation (PSO)

Dudy menegaskan bahwa alokasi anggaran yang diberikan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan difokuskan pada penyelenggaraan transportasi publik bersubsidi. Selain itu, biaya pegawai Kemenhub juga tetap menjadi prioritas.

Dalam beberapa hari terakhir, Kemenhub telah melakukan analisis berbasis risiko terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang dialokasikan untuk kementeriannya. Dari hasil analisis tersebut, seluruh program akan dijalankan sesuai dengan anggaran yang tersedia.

“Kami berkomitmen untuk memastikan layanan transportasi tetap terjangkau dan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Harapan kami, anggaran 2025 bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” jelas Dudy.

Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-75/MK.02/2025 tanggal 13 Februari 2025, pagu efektif Kemenhub untuk tahun anggaran 2025 ditetapkan sebesar Rp 17,725 triliun.

Dana ini akan dialokasikan untuk sembilan unit organisasi eselon I di bawah Kemenhub, termasuk Sekretariat Jenderal sebesar Rp 464,09 miliar, Inspektorat Jenderal Rp 85,48 miliar, Ditjen Perhubungan Darat Rp 3,14 triliun, Ditjen Perhubungan Laut Rp 7,32 triliun, Ditjen Perhubungan Udara Rp 3,39 triliun, Ditjen Perkeretaapian Rp 1,31 triliun, Badan Kebijakan Transportasi Rp 71,01 miliar, BPSDMP Rp 1,82 triliun, dan BPTJ Rp 108,95 miliar.

Jumlah ini mengalami efisiensi sebesar 43,66% atau setara dengan Rp 13,72 triliun dibandingkan dengan pagu awal Rp 31,45 triliun berdasarkan Surat Menteri Keuangan tanggal 23 September 2024.
Kendati demikian, Dudy memastikan bahwa layanan transportasi bagi masyarakat tetap menjadi prioritas dan akan dioptimalkan semaksimal mungkin. ***

Penulis : dafri jh

Editor : ameri

Berita Terkait

Udara Kian Beracun, 333 Ribu Kasus ISPA Tercatat di Wilayah Terdampak Karhutla
Enam Pegawai BULOG Dinonaktifkan, Pengawasan Distribusi Beras SPHP Diperketat
417 Ton Sampah Sumedang Tak Terkelola Setiap Hari, Ateng Sutisna Desak Pembenahan
DAMRI Uji Coba Bus Listrik di Serang, Ini Dua Rute yang Dilayani
Menaker Buka InaSkills 2026, 90 Talenta Muda Disiapkan Tembus Kompetisi Dunia
Tak Cukup Cetak Sarjana, Irman Gusman Ingin Kampus Muhammadiyah Kupang Lahirkan Pengusaha Muda
Singapura Peringatkan 10 Perusahaan Terkait Karhutla, Ateng Desak Pemerintah Bertindak
172 Spesimen Positif Influenza, Netty DPR Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Udara Kian Beracun, 333 Ribu Kasus ISPA Tercatat di Wilayah Terdampak Karhutla

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Enam Pegawai BULOG Dinonaktifkan, Pengawasan Distribusi Beras SPHP Diperketat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:20 WIB

417 Ton Sampah Sumedang Tak Terkelola Setiap Hari, Ateng Sutisna Desak Pembenahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:58 WIB

DAMRI Uji Coba Bus Listrik di Serang, Ini Dua Rute yang Dilayani

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Menaker Buka InaSkills 2026, 90 Talenta Muda Disiapkan Tembus Kompetisi Dunia

Berita Terbaru