
Militer | Selasa, 29 September 2026 - 05:20 WIB
Lima jenazah itu ditemukan oleh tim penyelam TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang terdiri dari Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Satkoppeba) serta Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada II, bersama Basarnas Special Group (BSG).

Militer | Minggu, 27 September 2026 - 11:33 WIB
Empat jenazah tersebut ditemukan dalam dua gelombang penyelaman terakhir setelah tim melakukan pencarian di sejumlah bagian kapal. Proses penyelaman melibatkan prajurit TNI Angkatan Laut dari Satkoppeba dan Satkopaska bersama Basarnas Special Group (BSG) serta Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).

Militer | Jumat, 25 September 2026 - 09:00 WIB
“Setiap tahapan penyelaman dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan tetap memperhatikan kondisi kapal serta lingkungan di bawah air,” kata unsur TNI AL yang terlibat dalam operasi tersebut, Jumat (25/9/2026).

Militer | Senin, 20 Juli 2026 - 20:40 WIB
Keberhasilan evakuasi yang dilakukan pada Minggu (19/7/2026) itu merupakan bagian dari Operasi Search and Rescue (SAR) yang digelar secara intensif sejak kapal dilaporkan tenggelam pada Rabu (15/7/2026). Hingga kini, pencarian terhadap korban lain masih terus dilakukan.

Militer | Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:05 WIB
Koordinasi yang solid antartim membuahkan hasil. Korban kedua berhasil ditemukan di kedalaman sekitar 23 meter. Setelah dipastikan berada dalam kondisi meninggal dunia, jenazah dievakuasi ke permukaan dengan mengikuti prosedur keselamatan penyelaman.

Militer | Selasa, 20 Januari 2026 - 11:10 WIB
Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Cuaca ekstrem membuat upaya penurunan perahu karet (RHIB) harus dibatalkan demi keselamatan personel. Dengan kondisi bangkai kapal yang terus tenggelam, Komandan KRI Banjarmasin mengambil keputusan taktis dengan menempelkan lambung kanan kapal perang ke badan kapal nelayan tersebut.