MEDANSATU.ID – Banjir besar yang melanda Kota Bandar Lampung dan sekitarnya menyebabkan ribuan rumah terendam serta tiga korban jiwa.
Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (22/2/2025) mengakibatkan 23 titik di wilayah ini terdampak parah, termasuk Tanjung Senang, Kali Balau, dan Sepang Jaya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mencatat, dari tiga korban meninggal dunia, dua di antaranya berasal dari Tanjungkarang Barat akibat longsor dan tertimpa tembok, sementara satu korban lainnya terbawa arus di Campang Raya.

“Dua korban itu ada di Tanjungkarang Barat karena longsor dan tertimpa tembok. Satu orang di Campang Raya karena mobilnya memaksa menerjang arus deras dan terseret hingga ke siring,” kata Kepala BPBD Bandar Lampung, Wakhidi, Sabtu (22/2/2025).
Menanggapi situasi darurat ini, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengirimkan bantuan logistik senilai Rp568 juta untuk warga terdampak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa bantuan sudah mulai didistribusikan sejak Minggu (23/2/25).
“Kami memastikan seluruh bantuan segera tiba dan diterima masyarakat terdampak. Logistik telah dikirim dari Lumbung Sosial di Palembang menuju Bandar Lampung dan sekitarnya,” ujarnya.
Bantuan yang dikirim mencakup 2.000 paket makanan siap saji, 1.000 paket lauk pauk, dua tenda serbaguna, 10 tenda keluarga portabel, 250 lembar tenda gulung, 200 paket kidsware, 200 paket family kit, 300 selimut, serta 300 kasur.
Selain itu, bantuan tambahan senilai Rp1,4 miliar juga dikirim untuk kesiapsiagaan bencana di Provinsi Lampung.
Tim evakuasi yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Tagana, TNI/Polri, serta relawan terus berupaya menyelamatkan warga yang masih terjebak banjir.
“Lebih dari 100 personel telah diterjunkan untuk membantu evakuasi warga, terutama di daerah yang terdampak paling parah,” tambah Wakhidi.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terhadap cuaca ekstrem di wilayah ini.
Hujan dengan intensitas mencapai 50,6 mm sejak pukul 00.51 WIB menjadi penyebab utama terjadinya banjir dan longsor.
Pemerintah mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna mencegah risiko yang lebih besar.
“Kami akan terus memastikan semua korban mendapatkan bantuan dengan cepat dan tepat. Masyarakat diminta tetap tenang dan mematuhi instruksi dari petugas,” kata Gus Ipul.
Saat ini, BPBD masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terdampak banjir. Namun, diperkirakan sekitar 2.181 rumah mengalami kerusakan akibat bencana ini.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal serta bantuan medis bagi korban luka-luka.
Dengan upaya bersama dari berbagai pihak, diharapkan kondisi di Bandar Lampung dan sekitarnya dapat segera pulih dan masyarakat yang terdampak bisa kembali menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: RRI.co.id antaranews.com






