JAKARTA – Kerugian yang masih membayangi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadi alarm bagi maskapai nasional itu untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh. Tanpa transformasi serius, Garuda berisiko terus terbebani persoalan keuangan dan inefisiensi operasional.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy, menilai kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk membenahi fundamental bisnis Garuda, mulai dari struktur keuangan, pengelolaan armada, hingga strategi penerbangan.
“Garuda Indonesia harus melakukan transformasi besar-besaran dengan memperbaiki fundamental keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional. Optimalisasi armada, selektif dalam pemilihan rute, serta penajaman strategi bisnis sesuai kebutuhan pelanggan harus menjadi prioritas,” ujar Gus Rivqy, Minggu (1/11/2026).
Menurut dia, pengelolaan armada dan jaringan penerbangan tidak boleh dilakukan tanpa perhitungan bisnis yang matang. Tingkat keterisian penumpang, potensi pasar, dan keuntungan setiap rute harus menjadi dasar pengambilan keputusan.
Dengan strategi tersebut, Garuda diharapkan mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.
Namun, Gus Rivqy mengingatkan, Garuda bukan sekadar maskapai komersial. Perusahaan pelat merah itu memiliki peran strategis dalam menghubungkan berbagai daerah, mendukung mobilitas masyarakat, dan menggerakkan perekonomian nasional.
“Posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional sangatlah strategis. Garuda memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antardaerah, menjadi sarana mobilisasi masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Karena itu, pembenahan perusahaan tidak boleh hanya berorientasi pada pemangkasan biaya. Efisiensi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan, keselamatan penerbangan, dan keterjangkauan harga tiket bagi masyarakat.
Gus Rivqy juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dan manajemen profesional dengan target kinerja terukur. Evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan transformasi benar-benar berdampak terhadap kesehatan keuangan perusahaan.
Di sisi lain, transparansi pengelolaan dan peningkatan pelayanan dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Garuda Indonesia.
“Garuda harus semakin sehat secara bisnis, efisien dalam operasional, dan tetap memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat. Transformasi ini harus menghasilkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sehingga Garuda benar-benar bisa kembali menjadi kebanggaan penerbangan nasional,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri






