KUPANG – Universitas Muhammadiyah Kupang didorong memperkuat perannya sebagai pusat inovasi, kewirausahaan, dan pemberdayaan UMKM untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dorongan itu disampaikan Senator Republik Indonesia asal Sumatera Barat, Irman Gusman, saat bersilaturahmi dengan pimpinan dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Kupang, Minggu (25/10/2026).
Pertemuan yang dihadiri dua wakil rektor, para dekan, dan ketua program studi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Irman yang juga menjabat Ketua Dewan Pakar Majelis Ekonomi dan UMKM PP Muhammadiyah menilai, keberadaan kampus Muhammadiyah di Kupang, Alor, dan Flores memiliki arti strategis bagi pembangunan kawasan timur Indonesia.
Dengan jumlah mahasiswa yang disebut mencapai lebih dari 10.000 orang, jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah di NTT dinilai berpotensi besar memperluas akses pendidikan tinggi, membangun toleransi, dan melahirkan generasi unggul.
“Di tengah keberagaman masyarakat NTT, kampus Muhammadiyah memiliki peran yang sangat penting. Muhammadiyah hadir bukan hanya untuk mendidik mahasiswa, tetapi juga untuk membangun peradaban, memperkuat toleransi, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang,” kata Irman.
Kampus Harus Melahirkan Pencipta Lapangan Kerja
Anggota Komite I DPD RI itu menegaskan, identitas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan harus diwujudkan melalui pendidikan berkualitas, integritas akademik, inovasi, serta kontribusi nyata dalam menjawab persoalan masyarakat.
Menurut dia, meningkatnya persaingan antarperguruan tinggi swasta, khususnya di Kota Kupang, harus menjadi dorongan bagi Universitas Muhammadiyah Kupang untuk terus bertransformasi dan meningkatkan daya saing.
“Kampus Muhammadiyah harus berani bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Kualitas akademik, penguasaan teknologi, kewirausahaan, dan karakter lulusan harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
“Kita ingin lulusan Muhammadiyah tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat,” lanjut Irman.
Ia menilai, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik. Kampus juga perlu membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Untuk mewujudkan hal tersebut, penguatan perguruan tinggi Muhammadiyah perlu ditopang kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan pembangunan.
Hubungkan Kampus dengan UMKM
Selain meningkatkan kualitas pendidikan, Irman mendorong Universitas Muhammadiyah Kupang menjadi pusat pengembangan kewirausahaan, inovasi, pendampingan UMKM, dan inkubasi bisnis bagi masyarakat NTT.
Menurut dia, kampus memiliki sumber daya pengetahuan, riset, teknologi, serta tenaga terdidik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Di sisi lain, UMKM menyimpan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan melalui inovasi produk, perbaikan manajemen, dan perluasan akses pasar.
“Kita harus membangun ekosistem yang menghubungkan kampus dengan UMKM. Kampus memiliki pengetahuan, riset, teknologi, dan sumber daya manusia. Sementara itu, UMKM memiliki potensi ekonomi dan kedekatan dengan kebutuhan masyarakat,” tutur Irman.
“Jika keduanya disinergikan, Muhammadiyah dapat menghadirkan pemberdayaan ekonomi yang konkret,” tambahnya.
Ia menjelaskan, dosen dan mahasiswa dapat dilibatkan secara langsung dalam pendampingan usaha mikro, pengembangan produk lokal, pemasaran digital, penguatan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan pelaku usaha kecil, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat di daerah.
Irman, yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), berharap Universitas Muhammadiyah Kupang mampu mengambil peran lebih luas dalam pembangunan NTT melalui pendidikan yang inklusif dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kita ingin Universitas Muhammadiyah Kupang menjadi pusat lahirnya generasi unggul, melahirkan wirausahawan muda, memperkuat ekonomi umat, serta membangun masyarakat NTT yang lebih maju dan sejahtera. Inilah wujud nyata Islam berkemajuan,” pungkasnya.
Penulis : dafri jh
Editor : ami






