Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup: 22.798 Penumpang Terdampak

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi erupsi anak gunung Karakatau (dibikin oleh ai - rentak.id)

Ilustrasi erupsi anak gunung Karakatau (dibikin oleh ai - rentak.id)

JAKARTA – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Bandara terbesar di Indonesia tersebut sempat ditutup sementara setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di sekitar kawasan bandara.

Penutupan dilakukan berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26 mulai pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, Minggu (6/9/2026). Keputusan tersebut diambil setelah hasil paper test yang dilakukan pada pukul 00.35–01.05 WIB menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara prihatin terhadap kejadian erupsi Gunung Anak Krakatau. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, serta BMKG terhadap dampaknya terhadap operasional penerbangan,” ujar Lukman.

Pemantauan kembali dilakukan melalui paper test terbaru oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05–06.35 WIB. Hasilnya masih menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta.

Kondisi tersebut membuat penutupan bandara diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 sebagai pembaruan dari NOTAM A3341/26.

209 Penerbangan Terdampak

Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 05.30 WIB, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak selama periode penutupan wilayah udara.

Dampaknya juga dirasakan oleh 22.798 penumpang yang harus menyesuaikan perjalanan mereka akibat perubahan operasional penerbangan.

Untuk penerbangan domestik, rute Makassar (UPG) menjadi salah satu rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak, yakni 16 pergerakan pesawat.

Sementara untuk penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) tercatat paling banyak terdampak dengan 11 pergerakan pesawat.

Penanganan penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali. Perubahan tersebut terjadi pada sejumlah rute, antara lain Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

Untuk penerbangan domestik, tercatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan pada rute Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).

170 Pesawat Tetap Aman di Apron

Di tengah penutupan sementara, pengelola bandara memastikan seluruh pesawat yang menjalani Remain Over Night (RON) dalam kondisi aman.

Sebanyak 170 pesawat berada di area apron Bandara Soekarno-Hatta. Rinciannya, 66 pesawat berada di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat berada di area kargo.

Petugas bandara bersama maskapai juga terus memberikan informasi terbaru kepada penumpang, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku.

Lukman menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” katanya.

Menurutnya, Ditjen Perhubungan Udara juga memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan. Pasalnya, gangguan akibat erupsi berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, penerbangan berikutnya hingga kapasitas terminal.

Karena itu, penyesuaian jadwal akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan.

Penumpang Diminta Jangan Datang ke Bandara Dulu

Ditjen Perhubungan Udara mengimbau calon penumpang yang akan bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk tidak terburu-buru datang ke bandara.

Masyarakat diminta terlebih dahulu memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing terkait status penerbangannya.

“Kami mengimbau masyarakat dan calon penumpang untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya serta memperhatikan situasi yang berkembang. Untuk sementara, calon penumpang dimohon tidak datang ke bandara terlebih dahulu,” kata Lukman.

Ditjen Perhubungan Udara bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, dan pihak terkait lainnya akan terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Informasi terbaru akan disampaikan apabila terdapat perubahan signifikan terhadap kondisi maupun operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik
Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi
Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani
Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang
Pendapatan Jasa Marga Tembus Rp15,6 Triliun, Laba Bersih Kuartal III 2026 Capai Rp2,7 Triliun
Hujan Deras Picu Longsor di Sipirok, Separuh Badan Jalan Amblas
Jasa Marga Tutup Sementara Sejumlah Lajur Tol JORR E dan Jagorawi, Ini Jadwalnya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:24 WIB

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik

Minggu, 1 November 2026 - 10:15 WIB

Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang

Berita Terbaru