Pemerintah Akui Efisiensi Anggaran Sampai 306 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis

- Penulis

Rabu, 12 Februari 2025 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (6/12/2024) malam. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (6/12/2024) malam. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi anggaran pemerintah pusat dan daerah dengan total mencapai Rp 306,69 triliun. Inpres ini diterbitkan pada Rabu, 22 Januari 2025, berdekatan dengan rencana Prabowo untuk menambah anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp 100 triliun.

Dalam kebijakan tersebut, penghematan terbesar dilakukan pada anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 256,1 triliun, sementara transfer ke daerah dikurangi Rp 50,5 triliun.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan anggaran digunakan lebih efisien dan tepat sasaran.

“Soal Inpres penghematan anggaran, ini adalah bagian dari komitmen Presiden. Kita harus lebih selektif dalam menentukan kegiatan yang benar-benar produktif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers, Kamis (23/1/2025).

Ketika ditanya mengenai kaitan penghematan ini dengan program Makan Bergizi Gratis, Prasetyo tidak menampik bahwa dana yang dihemat kemungkinan besar akan dialokasikan untuk memperluas program tersebut.

“Pak Presiden ingin agar manfaat dari program MBG ini bisa segera dirasakan oleh lebih banyak masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Karena itu, hasil efisiensi ini berpotensi besar untuk mendukung program tersebut,” jelasnya.

Saat ini, aturan teknis mengenai penghematan anggaran masih dalam tahap finalisasi. Prasetyo menyebut bahwa kebijakan ini akan segera diumumkan setelah Presiden Prabowo kembali dari lawatan ke luar negeri.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa pemerintah telah berencana menambah anggaran program MBG sebesar Rp 100 triliun dari alokasi sebelumnya yang hanya Rp 71 triliun di tahun 2025.

Presiden Prabowo sendiri menegaskan bahwa dana untuk program tersebut telah disiapkan dan tidak akan mengganggu kestabilan fiskal negara.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan gizi yang baik. Ini bukan sekadar program biasa, ini investasi untuk masa depan bangsa,” kata Prabowo dalam pernyataannya. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Sumber Berita: investor.id

Berita Terkait

Gagal Cegah Karhutla Berulang, Raja Juli Antoni Diminta Mundur dari Menhut
Kemnaker Gelar InaSkills 2026, 90 Peserta Berebut Peluang Tembus Kompetisi Dunia
Beras SPHP Punya Kemasan Baru, BULOG Perkenalkan Beras Kita Medium
Indonesia Punya 17.343 Pulau Kecil, Baru 1.349 yang Sudah Bersertipikat
LKBH HMI Desak Menag Evaluasi Sekjen Kemenag, Polemik UINSA Ikut Disorot
Banjir Bandang Ancam Padang, Kementerian PU Siapkan Rp487 Miliar dan Bendung Penahan Sedimen
Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa
Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Gagal Cegah Karhutla Berulang, Raja Juli Antoni Diminta Mundur dari Menhut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Kemnaker Gelar InaSkills 2026, 90 Peserta Berebut Peluang Tembus Kompetisi Dunia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Beras SPHP Punya Kemasan Baru, BULOG Perkenalkan Beras Kita Medium

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Indonesia Punya 17.343 Pulau Kecil, Baru 1.349 yang Sudah Bersertipikat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:21 WIB

LKBH HMI Desak Menag Evaluasi Sekjen Kemenag, Polemik UINSA Ikut Disorot

Berita Terbaru