JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus mempererat kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini dipimpin Sudaryono. Sinergi tersebut diyakini menjadi faktor penting dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperluas penyerapan hasil pertanian nasional sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen itu disampaikan Mentan Amran saat menghadiri acara pelepasan Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian sekaligus tasyakuran atas pelantikannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/7).
Amran menegaskan, penugasan Sudaryono sebagai Kepala BGN merupakan amanah besar dari Presiden Prabowo Subianto yang harus didukung penuh oleh seluruh jajaran Kementerian Pertanian.
“Pak Sudaryono adalah putra terbaik bangsa yang memiliki kemampuan luar biasa. Terus terang kami sangat berat melepas beliau karena selama ini banyak memberikan kontribusi terhadap berbagai capaian Kementerian Pertanian. Namun ini adalah promosi sekaligus tugas besar untuk kepentingan negara. Karena itu, kami mendukung sepenuhnya dan berharap beliau sukses menjalankan amanah Presiden,” ujar Amran.
Meski mengaku kehilangan sosok wakil menteri yang dikenal pekerja keras dan memiliki dedikasi tinggi, Amran menegaskan hubungan Kementerian Pertanian dengan BGN justru akan semakin erat demi menyukseskan program prioritas pemerintah.
“Seluruh pegawai Kementerian Pertanian kami minta tetap mendukung Pak Sudaryono. Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pasokan pangan yang stabil, sementara hasil pertanian petani kita menjadi bagian penting dari program tersebut. MBG akan menjadi offtaker bagi berbagai komoditas pertanian, sehingga petani memiliki pasar yang lebih luas. Jadi meskipun kami kehilangan, demi negara dan demi keberhasilan program prioritas Presiden, kami ikhlas dan siap terus berkolaborasi,” katanya.
Menurut Amran, kerja sama yang semakin kuat antara Kementerian Pertanian dan Badan Gizi Nasional akan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketersediaan bahan pangan untuk Program MBG sekaligus memperkuat sektor pertanian nasional.
Ia pun optimistis di bawah kepemimpinan Sudaryono, Badan Gizi Nasional mampu menjalankan mandat tersebut dengan lebih baik.
“Kami sangat yakin Badan Gizi Nasional akan berkembang lebih baik lagi di bawah kepemimpinan Pak Sudaryono. Kami siap mendukung penuh agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” tegasnya.
Mengenai posisi Wakil Menteri Pertanian yang ditinggalkan Sudaryono, Amran menegaskan penunjukannya sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
“Siapa pun yang nanti ditunjuk oleh Bapak Presiden sebagai Wakil Menteri Pertanian, kami siap menerima dan bekerja bersama. Itu sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden,” ujarnya.
Meski demikian, Amran berharap sosok pengganti nantinya memiliki karakter dan kapasitas yang tidak kalah dari Sudaryono.
“Saya berharap bisa kembali mendapatkan figur seperti beliau. Pak Sudaryono pekerja keras, cerdas, masih muda, energik, dan memiliki semangat luar biasa. Berbagai capaian, termasuk keberhasilan menuju swasembada beras dalam satu tahun terakhir, merupakan hasil kerja keras beliau bersama seluruh jajaran Kementerian Pertanian,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menegaskan jabatan barunya tidak akan mengurangi sinergi yang selama ini telah terjalin dengan Kementerian Pertanian. Justru sebaliknya, kolaborasi kedua lembaga akan semakin diperkuat untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal.
Ia mengaku banyak memperoleh pengalaman selama mendampingi Mentan Amran sebagai Wakil Menteri Pertanian, terutama dalam membangun organisasi dan menghadapi berbagai tantangan di sektor pangan.
“Selama menjadi Wakil Menteri, saya memegang prinsip bahwa wakil adalah orang yang membantu komandannya. Semua kebijakan Pak Menteri saya jalankan sebaik mungkin. Saya banyak belajar dari beliau tentang kepemimpinan, cara mengelola organisasi, hingga menghadapi tantangan besar di sektor pertanian. Pengalaman itu menjadi bekal penting bagi saya untuk menjalankan amanah baru di Badan Gizi Nasional,” kata Sudaryono.
Menurutnya, Kementerian Pertanian dan Badan Gizi Nasional memiliki visi yang sama, yakni memastikan ketersediaan pangan berkualitas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Saya siap mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. Saya ingin menjadi berlian berikutnya dan mencetak lebih banyak berlian agar tidak ada lagi petani yang hidup dalam kesulitan dan tidak ada anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin tujuan besar itu bisa kita wujudkan bersama,” tutup Sudaryono.
Penulis : lazir
Editor : ameri












