SURAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi kontribusi besar K.R.T. Hardjonagoro dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional. Pada acara Serah Terima 47 Arca Koleksi Panembahan Hardjonagoro di Dalem Hardjonegaran, Surakarta, Fadli Zon menyatakan bahwa langkah budaya yang dilakukan Hardjonagoro sejak era Presiden Soekarno menjadi tonggak penting.
“Beliau adalah sosok penting dalam diplomasi budaya Indonesia. Salah satu momen bersejarah adalah keterlibatannya sebagai ketua pameran di New York Woodfair pada 1964. Itu menjadi pintu gerbang budaya kita dikenal luas,” ujar Fadli Zon.
Acara tersebut dihadiri berbagai pihak, termasuk keluarga K.R.T. Hardjonagoro, seniman, budayawan, dan masyarakat Surakarta. Dalam sambutannya, Fadli Zon mengungkapkan bahwa sejak 1985 K.R.T. Hardjonagoro telah menghibahkan 45 arca melalui Prof. Dr. Haryati Soebadio, yang kala itu menjabat Direktur Jenderal Kebudayaan. Namun, serah terima resmi baru dapat dilakukan pada 23 Januari 2025 oleh penerusnya, K.R.R.A. Hardjo Soewarno atau Kanjeng Warno.
“Koleksi arca ini luar biasa. Pada 1985, sebenarnya sudah diserahkan secara informal, tapi momen hari ini menandai penyerahan resmi kepada negara. Kami sangat berterima kasih kepada keluarga besar K.R.T. Hardjonagoro yang terus merawat warisan ini selama puluhan tahun,” kata Fadli Zon.
Menurutnya, penyerahan ini bukan hanya tentang artefak, tetapi juga tentang semangat pelestarian budaya. Sebagian besar arca, yang berasal dari abad ke-8 hingga ke-15, telah dideskripsikan secara garis besar. “Ke depan, narasi dan pengetahuan mengenai arca-arca ini akan dikembangkan lebih mendalam sehingga dapat menjadi pelajaran berharga sekaligus inspirasi bagi generasi penerus,” tambahnya.
Fadli Zon juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam pelestarian budaya. “Pelestarian budaya membutuhkan kerja sama dari pemerintah pusat hingga desa, akademisi, komunitas, dan juga swasta. Apa yang dilakukan Panembahan Hardjonagoro adalah contoh nyata dedikasi tinggi,” tuturnya.
Arca-arca yang telah diserahkan ini rencananya akan dipamerkan di Gedung Kementerian Kebudayaan dengan narasi yang menggambarkan keagungan budaya Indonesia. “Kami berharap arca-arca ini tidak hanya menjadi koleksi, tetapi juga sumber inspirasi yang mencerminkan keadiluhungan budaya bangsa kita,” pungkas Fadli Zon. (***)













