JAKARTA – Semangat juang atlet disabilitas Indonesia berkobar di Nakhon Ratchasima, Thailand. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, hadir langsung dalam upacara pembukaan ASEAN Para Games 2025 yang digelar di 80th Birthday Anniversary Stadium, Selasa malam (21/1/2026).
Kehadiran Menpora bukan sekadar seremoni. Erick datang membawa pesan kuat: negara hadir dan berdiri penuh di belakang para pejuang Merah Putih yang mengharumkan nama bangsa di ajang olahraga regional Asia Tenggara.
Dalam suasana stadion yang megah dan penuh sorak sorai, Erick menyampaikan dukungan moril kepada seluruh atlet Indonesia. Ia menegaskan bahwa perjuangan atlet disabilitas bukan hanya tentang medali, melainkan tentang ketangguhan, keberanian, dan inspirasi bagi bangsa.
Saat defile pembukaan, kontingen Indonesia tampil memukau dengan balutan unsur budaya Nusantara. Kostum daerah berpadu dengan ikon Hanoman menjadi simbol kekuatan, kesetiaan, dan semangat pantang menyerah yang melekat pada atlet Indonesia.
Menpora mengaku bangga melihat sorot mata penuh keyakinan dari para atlet. Ia meminta seluruh ofisial, NPC Indonesia, serta Chef de Mission (CdM) menjaga fokus dan kesiapan atlet agar tidak terganggu oleh hal-hal nonteknis selama pertandingan berlangsung.
“Sinergi dan ketenangan adalah kunci. Atlet harus bertanding dengan hati yang ringan dan pikiran yang fokus,” pesan Erick kepada jajaran pendukung tim.
Pada ASEAN Para Games 2025 ini, Indonesia menurunkan 290 atlet yang akan berlaga di 18 cabang olahraga. Pemerintah pun memasang target ambisius namun realistis, yakni 82 medali emas, sekaligus menjaga tradisi prestasi Indonesia di ajang para olahraga Asia Tenggara.
ASEAN Para Games 2025 diikuti oleh 11 negara Asia Tenggara dan berlangsung pada 20–26 Januari 2026. Ajang ini diharapkan menjadi panggung pembuktian bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi dan menginspirasi jutaan masyarakat di Tanah Air.
Penulis : Guntar
Editor : Gunawan Tarigan













